Dalam perjalanan karir saya di dunia perkebunan sejak tahun 1990 boleh dikatakan bahwa untuk kenaikan jabatan saya semua berjalan "abnormal".
Kenapa?
Karena untuk naik ke pangkat atau jabatan yang lebih tinggi, saya berhenti dari suatu Perusahaan dan masuk di Perusahaan baru pada posisi yang lebih tinggi.
Misalnya setelah 5 tahun sebagai Asisten Lapangan di PT Inti Indosawit Subur, Riau, lalu ada kawan yang mengajak kerja di PT Tigamitra Perdana di Aceh Barat. Saya tertarik, karena General Manager di sana adalah Bapak Uuh Subhi Sidiek mantan Estate Manager saya tahun 1990.
Sempat 2 tahun saya sebagai Asisten Kepala di Aceh Barat itu. Lalu pada akhir 1997 ada kawan yang menawarkan posisi Estate Manager di Sumatera Barat. Wah, ini kesempatan emas untuk bekerja di kampuang halaman. Jadilah saya sebagai EM di PT Sukses Jaya Wood, sebuah perusahaan kayu milik Cina Padang yang mulai berkiprah di perkebunan kelapa sawit. Hanya tiga tahun saya di sana, karena nggak cocok dengan si-Apeng, direkturnya, saya mengundurkan diri pada tahun 2000.
Demikian sekelumit kisah perjalanan karir saya.
Lantas "loncat" ke tahun 2007. Saya masuk kerja di PT Harapan Sawit Lestari di Kalbar sebagai Senior Estate Manager. Inilah karir tertinggi saya hingga saat ini. Saya membawahi 4 orang EM dan 18 orang Asisten Lapangan di areal 12 ribuan hektar. Semua tanaman menghasilkan.
Tujuh tahun saya menjabat SEM, lalu ditugaskan di Training Center sejak awal 2015.
Keinginan saya saat ini adalah menjadi General Manager, suatu posisi tertinggi di perkebunan.
Mungkin saya harus menempuh jalan "abnormal" lagi untuk meraih posisi yang lebih tinggi.
01/03/2018
Kenapa?
Karena untuk naik ke pangkat atau jabatan yang lebih tinggi, saya berhenti dari suatu Perusahaan dan masuk di Perusahaan baru pada posisi yang lebih tinggi.
Misalnya setelah 5 tahun sebagai Asisten Lapangan di PT Inti Indosawit Subur, Riau, lalu ada kawan yang mengajak kerja di PT Tigamitra Perdana di Aceh Barat. Saya tertarik, karena General Manager di sana adalah Bapak Uuh Subhi Sidiek mantan Estate Manager saya tahun 1990.
Sempat 2 tahun saya sebagai Asisten Kepala di Aceh Barat itu. Lalu pada akhir 1997 ada kawan yang menawarkan posisi Estate Manager di Sumatera Barat. Wah, ini kesempatan emas untuk bekerja di kampuang halaman. Jadilah saya sebagai EM di PT Sukses Jaya Wood, sebuah perusahaan kayu milik Cina Padang yang mulai berkiprah di perkebunan kelapa sawit. Hanya tiga tahun saya di sana, karena nggak cocok dengan si-Apeng, direkturnya, saya mengundurkan diri pada tahun 2000.
Demikian sekelumit kisah perjalanan karir saya.
Lantas "loncat" ke tahun 2007. Saya masuk kerja di PT Harapan Sawit Lestari di Kalbar sebagai Senior Estate Manager. Inilah karir tertinggi saya hingga saat ini. Saya membawahi 4 orang EM dan 18 orang Asisten Lapangan di areal 12 ribuan hektar. Semua tanaman menghasilkan.
Tujuh tahun saya menjabat SEM, lalu ditugaskan di Training Center sejak awal 2015.
Keinginan saya saat ini adalah menjadi General Manager, suatu posisi tertinggi di perkebunan.
Mungkin saya harus menempuh jalan "abnormal" lagi untuk meraih posisi yang lebih tinggi.
01/03/2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Semangat pagi !