Sabtu, 15 Juni 2013

POLITIK

Bagi saya "politik bertentangan dengan agama !"

Kenapa ?

Karena politik dalam realita adalah :

~ Politik "menghalalkan" segala cara untuk mencapai tujuan {lha wong dalam politik tidak mengenal halal dan haram}
~ Dalam politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi {jadi, dalam politik sah-sah saja memutuskan hubungan sillaturrahmi perkawanan demi mencapai tujuan politik}.
~ Tidak ada politik tanpa rekayasa; tidak ada politik tanpa 'sandiwara'; jadi, dalam politik, menipu atau berbohong adalah hal yang biasa. Lain di bibir lain di hati, lain di depan lain di belakang.
~ Tidak ada politik tanpa lobby. Tidak ada lobby tanpa uang. Jadi, suap-menyuap, sogok menyogok, servis menservis adalah hal yang lumrah dalam politik.
~ Tidak ada politik tanpa pencitraan. Jadi, poleslah "wajah" anda sebaik-baiknya supaya nampak "cantik", walau sebenarnya ada panu, kudis atau jerawat ! Kapan perlu pakai "topeng" !

Jadi, orang yang benar-benar menerapkan ajaran agama dalam berpolitik pada saat ini, akan "terpental" !

Maaf, saya bukanlah sarjana ahli ilmu politik. Pandangan saya di atas hanyalah berdasarkan pengamatan saya terhadap berita-berita di TV dan media online serta jejaring sosial.

Selasa, 04 Juni 2013

Persyaratan untuk Pemimpin

Kiranya syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin tidak lain dan tidak bukan adalah sebagaimana sifat-sifat Rasulullah SAW, yaitu :

Siddiq = benar/jujur/lurus
Tabligh = komunikatif
Amanah = bertanggung jawab
Fathonah = cerdas/smart

Agar lebih mudah mengingatnya kita singkat dengan STAF.

Banyaknya kasus-kasus korupsi yang melibatkan para anggota DPR, para Ketua Partai, Mentri, Gubernur, Bupati, dll, menunjukkan kepada kita bahwa mereka tidak memenuhi keempat kriteria tersebut di atas.
Ada yang cerdas dan komunikatif, tapi tidak jujur.
Ada yang jujur dan bertanggung jawab, tapi tidak cerdas dan tidak komunikatif.
Jadi, keempat kriteria di atas tidak dapat ditawar-tawar !
Harus berjalan seiring !