Dalam ajaran Islam, politik adalah bagian dari mu'amalat, atau hablum minan naas. Bahwa ajaran Islam tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Allaah SWT, akan tetapi juga mengatur hubungan antara sesama manusia, sudah difahami oleh ummat Islam.
Allaah SWT memerintahkan orang beriman agar "masuklah ke dalam Islam secara khaaffah".
Khafah itu artinya menyeluruh, paripurna. Artinya ajaran Islam mesti dipedomani dalam setiap aspek kehidupan.
Mungkin ada penganut agama lain yang berpendapat, bahwa "agama adalah urusan masing-masing pribadi dengan Tuhan". Itu sah-sah saja, kalau memang begitu dalam ajaran agama mereka, akan tetapi hal itu tidak berlaku dalam ajaran Islam.
Kalau kita telaah isi kandungan al-Qur'an, ternyata lebih banyak ayat yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia dan makhluk lainnya, ketimbang ayat yang berkatian dengan "hubungan dengan Allaah". Hati itu menunjukkan bahwa sebenarnya Islam diperuntukkan bagi manusia agar manusia itu dapat hidup harmonis di dunia dengan sesama manusia, dan sebagai konsekuensinya, maka siapa yang mengamalkan ajaran Islam dengan baik, maka di akhirat akan masuk surga.
Allaah SWT memerintahkan orang beriman agar "masuklah ke dalam Islam secara khaaffah".
Khafah itu artinya menyeluruh, paripurna. Artinya ajaran Islam mesti dipedomani dalam setiap aspek kehidupan.
Mungkin ada penganut agama lain yang berpendapat, bahwa "agama adalah urusan masing-masing pribadi dengan Tuhan". Itu sah-sah saja, kalau memang begitu dalam ajaran agama mereka, akan tetapi hal itu tidak berlaku dalam ajaran Islam.
Kalau kita telaah isi kandungan al-Qur'an, ternyata lebih banyak ayat yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia dan makhluk lainnya, ketimbang ayat yang berkatian dengan "hubungan dengan Allaah". Hati itu menunjukkan bahwa sebenarnya Islam diperuntukkan bagi manusia agar manusia itu dapat hidup harmonis di dunia dengan sesama manusia, dan sebagai konsekuensinya, maka siapa yang mengamalkan ajaran Islam dengan baik, maka di akhirat akan masuk surga.