Jumat, 20 Februari 2015

Politik dalam Pemahaman Saya

Sebagai alumni IPB Bogor tentu saya tidak ahli dalam hal ilmu politik. Ketika kuliah dulu, pemahaman saya tentang politik hanya saya dapat dari membaca koran KOMPAS, majalah TEMPO. Selain itu saya ada juga membaca beberapa buku tentang politik, seperti PENGANTAR ILMU POLITIK, karangan Prof. Miriam Budiardjo.

Politik dalam teori sering tidak sama dengan realita yang ada di lapangan. Kalau dalam terori, politik adalah bagaimana caranya mengurus rakyat atau orang banyak, namun dalam prakteknya tidak jarang politik menggunakan metode "adu domba" atau memecah-belah rakyat sendiri demi mencapai kedudukan atau kekuasaan.


Politik dalam realita, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
Tiada politik tanpa rekayasa.
Dalam politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi. Yang ada hanyalah kepentingan abadi.
Dalam politik menipu adalah soal biasa.
Dalam politik, berbicara lain di depan lain dibelakang.sangat diperlukan.
Politik, uang dan kekuasaan adalah hal yang tidak terpisahkan.


Orang bilang "politik itu kotor". Mungkin para politikus tidak mau disebut begitu.
Akan tetapi kalau dalam kenyataannya mereka masih saja melakukan "praktek-praktek kotor", maka penilaian masyarakat bahwa "politik otu kotor" tidak akan berubah.