Misteri Takdir
Pada pemahaman saya, takdir (taqdir) berarti ukuran, takaran (qadr) atau kadar dalam bahasa Indonesia.
Takdir berkaitan dengan sains dan teknologi, atau oleh lmuwan disebut sebagai "hukum alam".
Tuhan Semesta Alam telah menciptakan sesuatu dengan takdir/qadr,/kadar, atau "ukuran".
Misalnya
1)"takdir air mendidih pada temperatur 100 derajat Celicius".
2)"takdir air akan membeku pada temperatur 0 derajat Celcius". 3)"takdir api membakar, takdir air membasahi"
4)"takdir air mengalir ke tempat yang rendah"
5)dll.
Kalau begitu apakah "takdir" sama dengan "sunnatullah"/Hukum Tuhan,
atau yang sering disebut sebagai "hukum alam" ? Jawabannya, Iya !
Yang disebut Hukum Pascal, Hukum Newton, Hukum Archimedes, sebenarnya adalah Hukum Tuhan yang ditemukan si Pascal, adalah Hukum Tuhan yang ditemukan si Isaac Newton
Adalah Hukum Tuhan yang ditemukan si Archimedes, dll.
Lantas bisakah "takdir" diubah oleh manusia atau "dilawan" ? Misalnya
kalau takdir air menuju tempat yang rendah, lantas dibendung oleh
manusia, dan air itu naik dan menggenangi suatu kawasan, apakah itu
tidak sesuai takdir ? Sesuai ! Karena takdir air apabila dibendung, dia
akan menggenangi sampa ketinggian tertentu.
Manusa tidak bisa mengubah atau melawan takdir ! Manusia hanya menyelidiki, menemukan dan memanfaatkan takdir sudah yang ada.
Jadi, manusia hanya bisa "lari" dari satu takdir kepada takdir lainnya.
Ada suatu thread yang menarik mengenai takdir, yaitu :
"Kita tidak dapat mengubah arah angin, tapi kita dapat mengatur posisi layar;
Kita tidak dapat mengubah arah ombak, tapi kita dapat mengatur arah kemudi kapal"
Misalnya manusia membuat pesawat terbang, apakah "melawan" takdir hukum
gravitasi ? Tidak ! Karena sesuai takdir juga apabila kekuatan atau
power mesin pesawat melebihi kekuatan gravitasi, maka pesawat tersebut
dapat terbang.
Sebenarnya sebelum lahir tuan Pascal, apa yang disebut "Hukum Pascal" itu sudah ada dan berlaku di bumi ini.
Sebelum tuan Newton lahir, apa yang disebut sebagai "Hukum Gravitasi" itu sudah ada dan berlaku di bumi ini, dst, dst.
Begitu banyaknya temuan Hukum atau Takdir Tuhan oleh para ahli, para
pakar, para peneliti, namun boleh jadi masih banyak yang belum
ditemukan...
Sesungguhnyalah manusia ini tidak mampu menciptakan,
walau satu butir pasir pun. Manusia hanya bisa meneliti, mengolah,
meramu, mencampur, mengkombinasikan berbagai unsur yang ada di alam ini
(air, minyak, api, batu, kayu, angin, dan unsur-unsur lainnya), sehingga
jadilah rumah, mobil, pabrik, makanan, minuman, pesawat terbang, radio,
televisi, telepon, komputer, internet, dll.
salam kenal :)
BalasHapus