Bagi saya "politik bertentangan dengan agama !"
Kenapa ?
Karena politik dalam realita adalah :
~ Politik "menghalalkan" segala cara untuk mencapai tujuan {lha wong dalam politik tidak mengenal halal dan haram}
~ Dalam politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada adalah
kepentingan yang abadi {jadi, dalam politik sah-sah saja memutuskan
hubungan sillaturrahmi perkawanan demi mencapai tujuan politik}.
~
Tidak ada politik tanpa rekayasa; tidak ada politik tanpa 'sandiwara';
jadi, dalam politik, menipu atau berbohong adalah hal yang biasa. Lain
di bibir lain di hati, lain di depan lain di belakang.
~ Tidak ada
politik tanpa lobby. Tidak ada lobby tanpa uang. Jadi, suap-menyuap,
sogok menyogok, servis menservis adalah hal yang lumrah dalam politik.
~ Tidak ada politik tanpa pencitraan. Jadi, poleslah "wajah" anda
sebaik-baiknya supaya nampak "cantik", walau sebenarnya ada panu, kudis
atau jerawat ! Kapan perlu pakai "topeng" !
Jadi, orang yang benar-benar menerapkan ajaran agama dalam berpolitik pada saat ini, akan "terpental" !
Maaf, saya bukanlah sarjana ahli ilmu politik. Pandangan saya di atas
hanyalah berdasarkan pengamatan saya terhadap berita-berita di TV dan
media online serta jejaring sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Semangat pagi !